Kamis, 15 Juli 2010

Cahaya Dalam Sebuah Desa Terpencil

termenung..awal saat aku melihat tayangan di televisi tersebut, sejenak berpikir kemudina tetesan air mata mulai turun dari mataku..bukan ftv bercerita sedih ataupun telenovela yang menampilkan penyiksaan..itu HANYA sebuah iklan..HANYA sebuah iklan.....

dikisahkan seorang anak harus menempuh 12 km untuk sekolah, yang ditempuh dalam jangka waktu 2 jam, dengan berjalan kaki..dengan berjalan kaki..dengan berjalan kaki..bayangkan itu!melewati 7 tanjakan dan menyebrangi anak sungai yang penuh dengan bebatuan..melihat mereka melepas sepatunya demi melindunginya dari kotor dan basah..terhenyak hati ini!!saat sampai d sekolahnya, tak terbayangkan..tembok sudah hancur dan bukan sekolah yang nyaman, bisa kebasahan saat hujan dan kepanasan saat siang.TUHAN..apakah semua ini???aku tentunya tidak dapat hidup dan bersekolah dengan cara itu (sebagian besar anak kota aku rasa tak bisa juga).yang sangat aku hargai adalah semangat mereka untuk sekolah..iklan itu benar-benar telah memberi aku inspirasi tersendiri.

cita-citaku bertambah satu..membuat lembaga yang dapat membantu mereka semua.membangun sekolah mereka dan membiayai sekolah mereka..itu tugas pemerintah???KATA SIAPA..itu tugas kita semua kawan.aku ingin sekali itu terlaksana.mereka jadi seseorang yang bisa hidup sesungguhnya. kadang aku merasa tidak adil, banyak anak kota yang berkecukupan namun malas untuk sekolah, tetapi mereka justru berkebalikan.tapi aku sadar Tuhan tahu yang terbaik untuk semua makhluknya

saat melihat senyuman mereka..air mata ku menetes lagi.bagaimana mereka bisa tersenyum dan tertawa dengan lepas seperti itu sedangkan keadaan mereka saat mengkhawatirkan???..itulah mungkin yang disebut rahasia kehidupan, yang tak perlu dimengerti dan dijelaskan..just do it and pass it with smile and laugh...


dedicated for everyone who has motivation to be a better person in the future

Minggu, 18 April 2010

Semua Bisa

sore cerah disebuah ruangan, diterangi cahaya tv yang merupakan sinyal dari satelit
mendengar deru kulkas dan dispenser di sudut ruangan, membayangkan kesegaran..
cahaya itu menceritakan tentang seseorang yang mau dan dapat berjuang untuk orang lain
orang lain yang tidak dia kenal..membayangkannya saja tidak, pertanyaan terbesit dari otak ku
mengapa dia mau melakukan itu untuk orang lain?dia tidak mengenalnya bukan?dia tidak mendapat imbalan bukan?terus..apa tujuan dia.bingung memikirkan itu..mungkin saja jalan berfikirnya lebih luas daripada aku..
di akhir acara aku sadar..tulus..itu yang dia berikan..senyuman itu yang dia dapatkan..
menonton sebuah acara yang menceritakan seseorang yang masuk ke pedalaman papua untuk mendirikan sekolah dan membuat kehidupan anak-anak di papua menjadi lebih baik sungguh sangat mengetuk jiwa.
dia harus mengalami bagaimana tidak dipercayai dan diteror oleh warga sekitar, namun dia tak gentar sedikit pun untuk tetap melakukan rencananya..
menangis..hanya itu yang bisa kulakukan saat melihat adegan demi adegan.aku hanya bisa terdiam di pojok kosan ku yang berisi kemewahan, sementara..seseorang melakukan sesuatu hal untuk menjadikan sesuatu yang besar..bagaimana itu bisa terjadi..malu pada diri sendiri dan termotivasi pastinya namun tak tahu harus bagaimana.
senyum berkembang dari bibir ku dan ucapan kecil terbesit.."aku juga ingin seperti itu"
mungkin sekarang aku belum menemukan caranya..namun aku yakin suatu saat nanti aku bisa melakukan hal tersebut, walaupun hanya berupa hal kecil..tapi aku harus yakin akan semua itu..

senyuman mengembang lagi..:-)